- Drama adalah gaya sastra yang berbentuk dialog dan dipentaskan.
- Unsur penting dalam drama ada 2 hal :
1. Dialog
2.Dipentaskan - Naskah drama disebut juga repertoan
- Dalam naskah drama ada ada nama pelaku dan dialog
- Dalam dialog drama ada dialog yang diberi tanda kurung dialog tersebut namanya petunjuk laku,petunjuk laku itu di perankan bukan di dialog kan.
- Naskah drama yang tidak harus di pentaskan tetapi untuk dibaca ,naskah drama tersebut dinamakan drama baca.
- Naskah drama akan menjadi hidup dan menarik apabila dipentaskan.
- Jenis drama :
1.Drama Tragedi ⇒ Drama yang berakhir dengan kesedihan
2.Drama Komedi ⇒ Drama yang berakhir dengan kesenangan - Unsur-unsur pementasan drama
1. Naskah Cerita
2. Aktor/Pameran
3. Panggung
4. Tata lampu
5. Illustrasi
6. Kostum dan Tata Rias
7. Sutradara
Minggu, 03 Agustus 2014
Bab Drama Bahasa Indonesia
Jumat, 13 Juni 2014
Teman Makan Teman
Hari ini hari pertama aku masuk sekolah,sambutan yang luar biasa dari kepala sekolah dan kakak-kakak senior , aku menduduki kelas 1 SMA kelas IPA.
Dan aku menemui banyak teman , yang sama sekali tidak aku kenal sebelumnya. Tiktoktiktok ku lirik jam tangan ku "huh sudah jam setengah 7 waktu nya aku menuju lapangan dan bersiap untuk upacara bersama." , Aku pun berlari secepat mungkin dan *gubrak* aku pun bertabrakan dengan seorang lelaki yang sedang membawa banyak buku ,aku sangat kaget melihat buku itu berserakan. "Yaampun sorry sorry gue ngga sengaja" ucapku sambil membantu merapikan buku nya yang berserakan.Ia pun langsung beranjak pergi menjauh dari ku tanpa mengeluarkan sepatah kata pun . Aku pun tidak mempermasalahkan nya lagi ,aku langsung melangkahkan kaki ku menuju lapangan.
___Singkat Cerita__
Finally Upacara selesai ,dan aku pun melirik sedikit teman-teman baru ku ,dan tak ku sangka ternyata cowok yang tadi pagi aku tabrak ternyata sekelas denganku, "Mati gimana nih gue,aduh gue wajib minta maaf nih pulang sekolah sama dia,biar kalo di kelas ngga canggung-canggung amat" ujar ku panik.
Tiba-tiba salah satu teman baru ku mencolek punggung ku ,
"Hai nama lo siapa?"
"Hey, nama gue Nura! nama lo siapa?" ujar ku sambil memberikan senyuman kepadanya.
"Nama gue Rani.haha oh iya btw lo di kelas IPA 1 duduk sama siapa?"
"Hmhm belom tau nih" ucap ku dengan nada bingung
"Sama dong,mending lo duduk sama gue aja,samping gue masih kosong kok" ucap Rani
"Okedeh! ke kelas yuk!" ucap ku dan mulai melangkahkan kaki bersama Rani menuju kelas.
Di tengah perjalanan,aku menghentikan langkah ku
"Ada apa sih Nur?" ucap rani
"Ran liat deh,itu siapasih?gue kepo deh,soalnya dia jutek banget,masa tadi pagi gue ngga sengaja tabrakan sama dia.terus gua udah minta maaf,tapi dia ninggalin gue gitu aja,ngga nge gubris permintaan maaf yang tadi gue ucap" ucap ku dengan nada kesal
"Oalah Adit,dia dulu se smp sama gue,aslinya baik kok seruu banget!dia emang suka begitu kalo sama orang yang blom dia kenal" ucap Rani
"oalah gitu, oh yaudahdeh lanjut ke kelas lagi!"
Sampai lah aku di dalam kelas IPA 1 dan tak kusangka adit cowok jutek yang kutabrak tadi pagi ternyata dia ketua kelas yang di tunjuk sementara oleh guru ku.
"Saya tidak setuju!" ucap ku membantah
"Kenapa?ini juga saya tunjuk hanya sebagai ketua kelas sementara,karena wali kelas kalian sedang tidak masuk sekolah karena sakit. Jadi voting ketua kelas tidak bisa berjaan tanpa ada wali kelas kalian"
Aku terdiam dan duduk di sebelah rani tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Oke,anak anak selamat pagi!Nama saya Andri,kalian bisa panggil saya pak andri, saya mengajar bimbingan konseling. Dan pertama saya ingin tahu nama kalian semua" ujar pak andri
Pak andri pun mulai membuka buku absen yang berisikan nama-nama siswa yang menduduki kelas IPA 1, dan mulai memanggil satu-satu nama siswa.
"Ada yang belum bapak panggil?"
*semua terdiam*
"Oke,sudah semua kan?dan bapak akan memberi kalian tantangan,dalam waktu 10 menit kalian harus berkenalan dengan teman lawan jenis,di kelas ini. Dan kalian harus beradaptasi dengan pasangan mu itu,jika kalian sudah menemukan,dan sudah bertanya tanya tentang dirinya.Kalian boleh maju duluan dan memperkenalkan salah satu teman yang sudah kalian tunjuk tadi,Mengerti?"
"Mengerti pak" ujar kami serentak
Aku pun mulai panik karena belum menemukan pasangan,aku melihat adit belum menemukan pasangan. Tetapi aku tidak mau dengannya pasti sangat canggung jika aku berpasangan dengannya.
"Woi bengong aja,cari pasangan keles,gue udah dapet loh namanya naufal,ganteng lah lumayan hahahaha .lo udah dapet belom?" ujar rani mengagetkanku.
"Belom nih ran,gua bingung semuanya udah dapet pasangan"
"5 menit lagi ya guys" ucap pak andri
"Waduh 5 menit lagi nur,sebentar gue bantu cari" kata rani
"iyadeh makasih ran"
"NURAAAAAAAAAAAA GUE DAPET" ujar Rani teriak
"Apa sih?bikin kaget aja,siapa siapa??!??"
"Itu Adit masih sendiri aja tuh,dia belom dapet pasangan.let's goo!"
Rani langsung menarik tanganku menuju meja Adit
"Adit lo belom dapet pasangan kan?" ucap Rani
"eh Rani,belom nih.Bingung gua juga harus berpasangan sama siapa"
"Nah lu mau ngga sama temen baru gue nih,namanya Nura dia baik kok,seru!"
"Oalah boleh,Hai nura" ujar Adit menyapa
"mmmmm Hai Adit!"
"lo belom punya pasangan?" kata Adit bertanya kepadaku
"Belom nih,lo juga belom kan?"
"iya nih belom lo sama gua aja mau ngga Nur?"
"ooh boleh boleh"
Aku sangat berterima kasih kepada Rani karena telah mencarikanku pasangan untung pelajaran pak andri,untung saling kenal satu sama lain.
dan aku mulai berkenalan dengan Adit.Tiba-tiba pak andri pun memanggil namaku
"Fathnur'aini"
"waduh giliran gue dan adit maju nih duh ngeri" ucapku dalam hati
"Hey jangan bengong saja!pasangan kamu siapa?" ucap pak andri membentak
"Mmmm sama adit pak"
akhirnya kita maju dan menjawab semua pertanyaan dari pak andri.
Tiba-tiba *kringkring* bel pulang berbunyi,aku pun langsung menuju pulang.
Sesampai ku di rumah ,aku langsung disambut dengan hangat oleh mama ku
"Gimana nur sekolah baru kamu?"
"Seru kok mah,aku capek aku ke kamar dulu ya"
Aku langsung tergeletak di tempat tidur dan seketika wajah Adit muncul selalu di bayanganku,lewat seketika,seketika menghilang dan muncul kembali.Terkadang aku senyum-senyum sendiri,entah apa yang sedang ku rasakan.
--3 bulan kemudian-
Aku memberanikan diri untuk curhat ke Rani apa yang sedang aku rasakan pertama kali aku bertemu dengan adit. Tiba-tiba Rani lewat di hadapanku
"Ran!"
"Ada apa nur?"
"mm gue bingung mau bicara apa" ucapku takut
"Haha kenapasih lu kayak orang ketakutan gitu, di taman aja yuk ngobrolnya biar enak"
Lalu Rani menarik tanganku dan aku mulai menuju taman bersama Rani.
Sesampainnya di taman aku sangat ketakutan,tidak berani untuk mengatakan,Tetapi sepertinya aku harus mengatakan karena Rani salah satu teman dekatku
"Ayolah nur gausah takut selo ajee"
"Iiiiya Raan tapi lo jangan bilang siapa siapa ya?"
"Iya kok tenang aja jangan gugup gitu lah,kayak lagi ngomong ama setan aje"
"Iya nih jadi gua itu sebenarnya suka sama...."
"LU SUKA AMA ADIT KAN?" ucap Rani memotong pembicaraanku
"Iiiyaaa kok bisa tau?"ucapku bingung
"Iya udah ketauan kali pas lu pertama kenal sama Adit"
"Oalah okedeh kantin yuk!"
"Gimana nur sekolah baru kamu?"
"Seru kok mah,aku capek aku ke kamar dulu ya"
Aku langsung tergeletak di tempat tidur dan seketika wajah Adit muncul selalu di bayanganku,lewat seketika,seketika menghilang dan muncul kembali.Terkadang aku senyum-senyum sendiri,entah apa yang sedang ku rasakan.
--3 bulan kemudian-
Aku memberanikan diri untuk curhat ke Rani apa yang sedang aku rasakan pertama kali aku bertemu dengan adit. Tiba-tiba Rani lewat di hadapanku
"Ran!"
"Ada apa nur?"
"mm gue bingung mau bicara apa" ucapku takut
"Haha kenapasih lu kayak orang ketakutan gitu, di taman aja yuk ngobrolnya biar enak"
Lalu Rani menarik tanganku dan aku mulai menuju taman bersama Rani.
Sesampainnya di taman aku sangat ketakutan,tidak berani untuk mengatakan,Tetapi sepertinya aku harus mengatakan karena Rani salah satu teman dekatku
"Ayolah nur gausah takut selo ajee"
"Iiiiya Raan tapi lo jangan bilang siapa siapa ya?"
"Iya kok tenang aja jangan gugup gitu lah,kayak lagi ngomong ama setan aje"
"Iya nih jadi gua itu sebenarnya suka sama...."
"LU SUKA AMA ADIT KAN?" ucap Rani memotong pembicaraanku
"Iiiyaaa kok bisa tau?"ucapku bingung
"Iya udah ketauan kali pas lu pertama kenal sama Adit"
"Oalah okedeh kantin yuk!"
Langganan:
Postingan (Atom)